:::: MAIN MENU ::::
  • Bersama Menjalin Persaudaraan Dan Persatuan

  • Verifikasi Member Daihatsu Ayla Indonesia

  • Baju Seragam Daihatsu Ayla Indonesia

  • Annyversary 1St DAI Sumarecon Digital Center

  • Modifikasi Daihatsu Ayla Indonesia

  • Duta Besar Keselamatan Berlalu Lintas

Kamis, 09 April 2015

Kamis malam jumat, tepatnya tanggal 3 april 2015, Komunitas Daihatsu Ayla Indonesia Chapter Jabodetabek Wilayah Jakarta Timur atau disebut dengan DAI Eastern berkumpul di Basecamp BKT Jakarta Timur.

Tidak lain kali ini DAI Eastern akan melakukan touring Jawa – Sumatera jelasnya Jakarta, Lampung, Palembang. Tujuan Touring ini  adalah untuk silaturahmi dan meresmikan DAI Chapter Palembang dan Lampung. Serta memberikan dan mensosialisasikan program-program DAI Pusat yang menjadi program nasional.

Selain keperluan yang dijelaskan diatas tadi, sebetulnya DAI Eastern juga penasaran dengan ketangguhan Daihatsu Ayla dan untuk membuktikan dan memberikan jawaban yang selama ini menjadi pertanyaan dan mendorong rasa penasaran pada banyak masyarakat. Maklum Daihatsu Ayla adalah kendaraan LCGC, Low Cost Green Cars.

 Touring DAI Eastern kali ini di pimpin oleh om Aries DAI 550, dan sebagai anggota omYono Maulana DAI 207, om Daniel DAI 709, om Agus DAI 1407, om Ari DAI 1408, om Frenky DAI 753, dan Om Mulyadi DAI 719 dan om Widyo DAI

Sekira jam 1.00 wib 5 KR mulai bergerak meninggalkan Jakarta, kondisi lalu lintas Jakarta saat itu macet total dikarena hujan dan esok hari adalah libur panjang. Terutama arus yang mengarah ke tol Cikampek, di untungkan tim Touring DAI Eastern tidak mengalami kemacetan lalin yang mengarah ke Merak.

Sampai di pelabuhan Merak sekitar jam 3.00 wib dini hari, diiringi hujan yang sangat deras disertai angin yang mulai kencang, membuat para RR DAI Eastern agak khawatir, maklum mau nyebrang laut. Diluar dugaan ternyata antrian di Pelabuhan merak sangat padat dan panjang, sehingga mau-tidak mau kami mengikuti antrian panjang. Di sela-sela menunggu kepal sandar, ternyata di pelabuhan Merak kami bertemu dengan team touring dari komunitas lain. Salam perkenalan dan sapaan akrab persahabatanpun terjadi. Di selingi dengan jepret-jepret foto sana-sini menghilangkan kejenuhan saat-saat menunggu.
Baru sekitar jam 6.30 wib kami mendapatkan kapal dan bersyukur kami masih bisa dalam satu kapal. Diatas kapal kami coba habiskan waktu dengan foto-foto diatas kapal menikmati keindahan lautan dan alam sekitarnya.

Sesampai di Bakauheni kami langsung jalan menuju pom bensin terdekat untuk memastikan pengisian bahan bakar cukup sampai titik tertentu. Seluruh KR kami isi dengan Pertamax  dan rata-rata hanya menghabiskan Rp. 100.000,- untuk memenuhi tanki bahan bakar.
 Setelah seluruh KR diisi maka tim langsung menuju Kalianda, Bandar Lampung, tim istirahat sejenak di Warung Rumah Kayu Jl. Antasari,  setelah beristirahat tim melanjutkan perjalanan ke Rajabasa, Bandar Jaya Lampung Tengah, disana tim sudah ditunggu oleh RR Chapter Lampung Om Eko. Kami beristirahat dan menikmati makan dan kopi hitam khas Lampung. Selama perjalanan turun dari kapal menempuh Bandar Jaya, tidak ada hambatan yang berarti karena kondisi jalan  raya sangat baik. Rata-rata keceptan Daihatsu Ayla diatas 80km/jam.

Dari Bandar Jaya tim Touring DAI Eastern kembali melanjutkan perjalanan ke Terbanggi Besar dengan kondisi infrastuktur kurang baik, namun Daihatsu Ayla yang ditumpangi para RR DAI Eastern tidak mengalami masalah. Sesampai di Tulang Bawang disambut saudara om Aris DAI 550 yang telah menyiapkan seluruh kebutuhan sahabat DAI, mulai dari makan, mandi sampai ngopi-ngopi. Tepatnya di Proyek Hidayat unit II residence. Setelah semua merasa segar semua tim bersiap kembali melanjutkan perjalanan ke Kayu Agung Palembang, tepatnya Desa Terate  SP. Padang, Kayu Agung OKI.

Perjalan Tim Touring DAI Eastern mulai merasakan kondisi jalan yang tidak nyaman, dikarenakan kerusakan yang lumayan parah, hingga kondisi tanah dan batu beberapa kali mentok ke body kendaraan bagian bawah. Dimulai dari…… sampai kec….. kondisi jalan banyak yang hancur dan membentuk lubang dan kubangan tanah baik di tengah maupun di pinggir jalan, namun bersyukur masih bisa di lalui KR walaupun harus ekstra hati-hati dan pelan-pelan.

Malam pertama team Touring DAI Eastern bermalam di Desa Teratai Apung masih di rumahnya om Aris DAI 550. Seluruh tim langsung beristirahat karena sudah 24 jam perjalanan tidak tidur. Kami sampai jam 03.00 dini hari waktu setempat. Ke esokan harinya kami menikmati sejenak desa Teratai Apung.

Desa Teratai Apung di kelilingi oleh sungai-sungai yang sekaligus menjadi jalur lalu lintas warga di daerah tersebut. Baik untuk keperluan mencari ikan atau jalur transportasi bisnis dan keperluan sehari-sehari. Tim juga sempat mengunjugi pasar, dimana di Kecamatan tersebut menjadi sentra transaksi bisnis di beberapa desa di sekitarnya. Masyarakat berdatangan dengan menggunakan perahu sampan yang di lengkapi dengan mesin atau sering disebut dengan.

Selesai menikmati pasar rakyat, menyantap makanan khas Palembang dan berinterkasi dengan masyarakat sekitar tim melanjutkan perjalanan ke Palembang. Melalui jembatan Musi II untuk menuju tempat peristirahatan dan bertemu dengan Sahabat DAI Chapter Palembang di Ariodillah, Jl. Jend. Sudirman Km 35. Disana tim disambut oleh Om Yanuar selaku Ketua Chapter Palembang, Om Kamal Maulana, Om Sabda dan sahabat DAI Chapter Palembang Lainnya.

Setelah melakukan diskusi dan sharing informasi tim melanjutkan menikmati wisata jembatan Ampera dan seluruh KR di parkir di depan Benteng Kuto Besak, Palembang. Dengan penuh kesabaran dan kekeluargaan yang sangat akrab Om Yanuar dan sahabat DAI lainnya tetap menemani Tim DAI Eastern untuk berkeliling kota Palembang.

Selesai menikmati suasana malam di Jembatan Ampera tim beristirahat di Family Om Aris tepatnya di Perumahan OPI Ogan Permai Indah, jakabaring, Palembang.

PULANG DENGAN LELAH NAMUN MENYENANGKAN
Sepulang dari OPI tim melanjutkan perjalanan pulang, dan kembali ke Desa Terate untuk mengambil pakaian dan perbekalan yang ditinggal disana. Sekaligus untuk memetik Buah Dukuh di Kebun. Untuk menuju ke kebun Dukuh Tim DAI Eastern harus menggunakan perahu sampan yang di lengkapi dengan mesin atau disebut dengan getek untuk mencapai kebun dukuh tersebut. Terlihat sangat antusias dan penuh semangat tim DAI Eastern, sesampainya di Kebun dengan penuh inisiatif langsung memanjat dan terkumpulah sekira 20 Karung Dukuh.

Karena sudah lelah tim akhirnya memutuskan untuk istirahat sejenak dan disepakati pulang ke Jakarta setelah Sholat magrib. Perjalananpun dimulai, sebagai Road Pilot KR DAI 550 om Aris dan kali ini di kemudikan oleh Om Yono Maulana DAI 207. Sebelum meninggalkan Palembang tim mampir ke kediaman om Krisdianto sahabat DAI Chapter Palembang yang berlokasi di Kayu Agung.

Perjalanan malam hari memang cukup sejuk apalagi tadi sore telah terjadi turun hujan. Tim yang di pimpin oleh KR DAI 550 terus memacu dengan kecepatan stabil di angka 80 sd 100 km/jam.

DAIHATSU AYLA MURAH, TANGGUH, GESIT DAN IRIT
Perjalanan malam bukanlah hal yang mudah, ditambah dengan kondiri fisik RR yang sudah lelah, kepadatan lalu lintas jalur Sumatera terkenal cukup menantang baik dari sisi infrastuktur, wilayah dan kemananan.

Selama perjalanan paling sering kami temui dan kami lalui adalah truk dengan tonase yang sangat besar serta bus-bus antar kota yang berkecapan tinggi. Kondisi jalan, gesture permukaan jalan yang tidak selalu rata, serta banyaknya tikungan tajam tentu bukan hal yang bisa di sepelekan. Hati-hati, waspada, dan menguasai medan untuk seorang RR harus dikuasai. Dan itu saja tidak cukup, tentu saja kondisi prima kendaraan kendaraan harus mumpuni.

Daihatsu Ayla, kendaraan LCGC yang kami tumpangi sekurang-kurangnya berisi 2 orang ditambah dengan barang bawaan kami pacu. Di tikungan yang tajam dengan kecepatan rata-rata 80km/jam tidaklah sulit kami lakukan, dengan bodynya yang kecil tentu saja kami merasa sangat gesit. Disaat kami harus mendahului kendaraan-kendaraan lainnya, akselerasi dari gigi 3 naik ke 4 sudah menjadi kebiasaan kami. Saat menemui tanjakan yang cukup tinggi dan panjang, Daihatsu Ayla tetap stabil dan tidak ngos-ngosan, mampu melaju dengan kencang bahkan mampu mendahului kendaraan-kendaraan lainnya.

Jalan yang tidak selalu mulus tentu saja merupakan hal yang mengagetkan kami, karena harus mer rem mendadak, namun Daihatsu Ayla mampu menahan laju kendaraan dengan baik, dan rem sangat pakem, kekurangannya karena kendaraan ringan saat di rem mendadak terjadi slip dan agak tergelincir ke depan, hal ini bisa dimaklumi karena kondisi berkerikil diatas aspal.

KESASAR JALAN PULANG, JALUR SEPERTI OFF ROAD PUN HARUS DILALUI
Karena sudah lelah, Road Kapten om Aris meminta ijin untuk tidur, dan perjalananpun akhirnya Kesasar atau salah jalan. Akhirnya daripada harus kembali dengan jarak dan waktu yang jauh maka diputuskanlah untuk melalui jalur alternative Bandar Jaya yang betul-betul diluar dugaan semua RR Team Dai Eastern. Karena tidak ada pilihan dan satu-satunya maka terpaksa jalur yang hancur dan ekstrim dilalui. Jalur yang kami lalui jika dibandingkan dengan jalur off road mungkin sama, bahkan ini sangat bahaya untuk kendaraan. Bayangkan saja jalur kendaraan seperti layaknya galian kabel, batu-batu yang besar di pendam didalamnya, kondisi jalan seperti itu lebih dari 5 km kami lalui.
Ukuran Daihatsu Ayla yang pendek tentu saja bukanlah tempatnya, City Car yang nyaras kedalam hutan rimba serta jalan yang ekstrim, nyaris kami putus asa dengan keadaan.

Berkat saling mendukung satu sama lainnya secara perlahan-lahan kami lalui, satu lubang demi satu lubang, satu kubangan ke kubangan yang lain, satu gundukan batu ke gundukan batu lainnya. Dipastikan semua kendaraan DAI Eastern mengalami goresan, gesekan bahkan benturan. Beberapa KR Sahabat DAI terpaksa body kit dan bemper nya lepas bahkan ada yang pecah. Sungguh perjalanan diluar dugaan. Dengan kondisi fisik yang lelah, tim terus berjalan, mengendalikan setir dan mengendalikan rasa kantuk, lelah dan emosi. Dan ahirnya keluarlah kami dari medan yang luar biasa berat tersebut. Dan kami keluar dari kota Bandar Jaya.

Walaupun mesin tergenang kubangan, terbentur bebaturan dan kotor oleh tanah kondisi Daihatsu Ayla tetap melaju kencang, ringan, lincah dan irit pastinya!!!.

Sebelum melaju ke Bakaheni kami sempatkan untuk memasang ID Stiker DAI Chapter Lampung om Eko dan menyerahkan secara simbolis T-Shirt DAI yang artinya secara resmi telah bergabung di keluarga besar Keluarga Daihatsu Ayla Indonesia, Brotherhood no Limit!.

PERJALANAN PANJANG MENCENGANGKAN SEKALIGUS MENGESANKAN

Kendaraan kami berjejer rapi diatas dek Kapal yang berlahan melaju meninggalkan pulau Sumatera. Kami duduk berjejeran, memandang daratan yang semakin lama semakin menjauh. Angin laut berhembus, langit terang, cerah memberikan semangat pada kami. Senyum dihiasi wajah yang kusam, lelah dan beraroma khas tubuh berkeringat.

Perjalanan kami sungguh mencengangkan diluar dugaan, tapi perjalanan kami sangat mengesankan.

Dengan Misi membawa dan mempererat tali persaudaraan, menyatu membaur dalam keragaman, mensinergikan teknologi Daihatsu Ayla dengan Alam Indonesia, mengendalikan emosi dan logika manusia untuk mencapai Persaudaraan Tanpa Batas!

DAI Brotherhood No Limit.

Spesial Report by Yono Maulana DAI 207

0 komentar:

Poskan Komentar